Minggu, 12 April 2015

Kisah Membangun Usaha

Kali ini saya akan menceritakan salah satu tentang Kisah Membangun Usaha. Dimana seseorang terpicu untuk membangun sebuah usaha. Memang secara teori harus ada faktor, dan itu memang benar adanya. Bagaimana kisahnya ?. Langsung saja kita simak tulisan dibawah ini.

Dia tergolong dari keluarga yang kurang mampu, usianya saat itu 25 tahun, dia 5 anak bersaudara. Keluarganya tergolong usahawan, contoh Kakeknya pembuat layang-layang, penjual baju bekas. Sedangkan neneknya penjual kerupuk. Ibunya juga penjual gorengan, membuka warung kecil di pinggir jalan.

Suatu ketika, ayahnya pulang dari tempat pekerjaannya karena sakit. Bisa Anda bayangkan, kerja di luar pulau, pulang tidak membawa uang justru sakit. Pada waktu itu, dia baru bekerja 1,5 tahun. Gajinya sangat kecil hanya cukup untuk transport.

Melihat ayahnya jatuh sakit, maka pendapatan keluarga nyaris tidak ada, hanya bergantung pada ibunya yang jualan gorenga dan itu sangat kurang sekali. Makan untuk hari itu, merupakan hasil dari penjualan kemarin. Bisa dibayangkan berapa terjepitnya keadaan keluarganya saat itu.

Sehingga muncullah dari hati bahwa " saya tidak bisa hidup dalam keadaan seperti ini, jika keluarga saya jatuh seperti ini, haruskah saya ikut juga?". Sejak saat itulah ia mulai mempelajari bagaimana membangun usaha. Dia berprinsip bahwa ingin mencari usaha yang resikonya kecil tapi ada labanya. Artinya tidak terlalu berat dalam menjalankannya apalagi sebagai pemula.

Dia memilih untuk menjual pulsa, walaupun tidak memiliki kios atau toko. Sebelum menjalankan, dia mencari sebab-akibat, peluang-ancaman, kerugian-manfaat dan manajemen pelanggan tentang pulsa pada orang di sekitarnya yang pernah berjualan pulsa.

Akhirnya pada hari Kamis tanggal 17 Januari 2013, ia membuka usaha pulsanya dengan rinician :
Rp 100.000,-           untuk modal.
Rp   10.000,-           untuk Pendaftaran member.
Rp   50.000,-           untuk membeli selular dijadikan operator.
Rp  160.000,-         JUMLAH TOTAL.

Waktu itu pelanggan pertamanya adalah rekan kerjanya, dia membeli pulsa 5.000,- dua kali. Betapa bahagianya dia dapat pelanggan pertama dan itu membuatnya senang. Berawal dari situ usahanya mulai berjalan dari hari demi hari.

Dalam 10 bulan lamanya semenjak menjalankan usahanya, ia menghitung semua  omset atau hasil penjualan pulsa. Ia heran dan tercengang bahwa selama itu ia mampu menjual pulsa sampai sekitar kurang lebih Rp 10.000.000,-. Sedangkan untuk laba kotornya terhitung kurang lebih Rp 1.000.000,-.

Ia membukukan semua hasil penjualannya dengan menulis pada buku kecil, siapa yang membeli, berapa besar pulsanya sampai jenis pembeliannya, apakah hutang apakah tunai. Dari rekapan tadi ternyata ia menemukan pola usahanya yaitu untuk laba tergantung dari jumlah penjualannya yakni sekitar 8% - 12 %. Hasil penjualannya dari 1 bulan maksimal dapat menjual sekitar Rp 2.500.000,- lebih sehingga laba kotor yang didapat kurang lebih Rp 250.000,-.

Padahal dia tidak punya kios/toko, tapi ia berjualan pulsa dengan layanan sms. Pelanggannya kebanyakan berasal dari rekan kerja, tetangganya bahkan keluarganya sendiri. Usahanya berjalan sampai sekarang. Bisa dibayangkan, dia hanya berjualan sendiri, bagaimana jika ia mengembangkan dan punya banyak kios-kios, berapa jumlah yang dapat ia peroleh tiap harinya.

Berdasarkan teori, seorang usahawan akan selalu berkembang dan mengembangkan diri. Sehingga dari apa yang didapat hari ini, ia pasti akan berfikir ke depannya. Begitu juga Anda jika ingin berwirausaha pada bidang yang lain.

Penggalan cerita diatas menunjukkan bahwa berwiraswasta terjadi karena ada pemicunya baik internal maupun eksternal. Jika sudah berjalan, maka aturlah segala menejemennya baik keuangan, pelayanan, maupun pemasaran/promosinya. Pertahankan usaha Anda jika sudah mendapatkan hasil yang positif, apalagi sudah dipercaya oleh masyarakat luas. Mulailah dari orang terdekat seperti keluarga, teman, tentangga, rekan kerja dan lain-lain.

Cukup sekian perjumpaan kita, semoga bermanfaat.

Jika Anda ingin berkonsultasi, silahkan hub :
syahrulmuhammad69@gmail.com

Referensi :
Pengalaman pribadi seseorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar